another-way-concept-2

Dalam prespektif saya sebagai seorang muslim, hal ini juga menandakan
bahwa begitu rentannya generasi muda terhadap paradigma yang keliru
tentang Islam itu sendiri. Islam sudah mulai menjadi Asing, tidak
dikenal, tidak dipedulikan lagi. Sungguh ironis sekali.
Ketika dalam rumah tangga tidak ada sosok yang menjadi panutan, menjadi
suri teladan, maka anak akan mencarinya di luar yang bisa jadi salah.

maka jangan heran bila sudah tidak mendapat contoh yang proporsional
dari dalam rumah, anak akan mencontoh apa yang mereka lihat tanpa ada
filternya lagi. appalagi jika orang tua hanya menuntut anak agar bisa
ini – itu tanpa memberikan contoh yang benar. Yang umum terjadi, orang
tua kerap menyuruh anak untuk sholat, sementara orang tuanya kerap
menunda2 sholatnya ataupun meninggalkannya. Ini sebenarnya lucu.
yang terjadi dalam diri anak justru rasa ketidakadilan, dari rasa ini
akan berkembang menjadi berontak.

Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka…,” (QS. at-Tahrim: 6)

disebutkan bahwa hendaknya orang beriman menjaga dirinya dari api
neraka, kemudian barulah menjaga keluarganya.. Jikalau tidak bisa
menjaga diri sendiri maka mustahil bisa menjaga orang lain.

berkenaan dengan kewajiban orang tua terhadap anak, tertuang dalam
hadits Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang
tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama
yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga,
menikahkannya ketika menginjak dewasa.”

jikalau ketiganya sudah dijjalankan dengan baik maka niscaya anak akan
jauh dari kefakiran dan kekafiran, hingga pada gilirannya orang tua
akan memetik buah investasinya bahkan pahalnya terus mengalir walaupun
sang orang tua telah meninggal duni sebagai mana tertuang dalam hadits
:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali
tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau
do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim )

Namun jika keliru dalam mendidik anak, maka resiko kegagalan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak.

dari Dari Abu Hurairah r.a , Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi…” (HR. Bukhari)

wallahualam…

Semoga kita dan keturunan kita terus dalam naungan rahmat dan hidayah-
Nya. Aamiin ya Rabb al Amin.

About kaiser777

seseorang yang terus berusaha mencari tahu akan segala hal dan senang berbagi

4 responses »

  1. […] Bersambung ke (Opini saya dalam prespektif Muslim). […]

  2. Istanamurah says:

    berarti tergantung lingkungnnya ya gan? agama kan biasanya dari orang tua terlebih dahulu gan

  3. cetakankue says:

    benar sekali memang orang tua yang menjadikannya majusi yahudi, harus benar benar hijrah

Setitik komentar, saran, masukan atau bahkan kritik Anda akan sangat mempengaruhi kelangsungan blog ini. Komentar Anda akan langsung muncul tanpa persetujuan saya terlebih dahulu demi kenyamanan Anda. Terima kasih sudah berkenan memberi komentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s