My Single day (today)

Belakangan ini rasanya sulit sekali untuk membagi waktu dengan baik. Banyak kegiatan yang mesti diikuti di sekolah, mesti mendampingi murid, memberikan support, motivasi, dan dorongan agar mereka mendapatkan kebanggaan baik terhadap sekolah maupun bagi dirinya sendiri. Mengajar itu sulit, tapi lebih sulit untuk mendidik. Terkadang ingin rasanya melepaskan tanggung jawab dan lari dari semua rutinitas yang membelenggu ini. Sampai-sampai tidak ada waktu untuk memikirkan diri sendiri. Pagi-pagi berangkat ke sekolah, menyiapkan mereka, mendisiplinkan mereka dengan segenap rutinitas, menanamkan etika, mengajarkan sopan santun, dan juga mengajarkan matematika tentunya (yang ini juga ga kalah sulitnya)🙂 benar-benar melelahkan, terkadang merasa jenuh, bosan, tapi percaya atau tidak, ketika berada di tengah-tengah mereka (siswa) yang ada diriku malah menikmatinya. Segala uneg2 dan keluhan tadi justru lupa kusampaikan di depan mereka. Enak sekali rasanya ketika bisa bercengkrama dan berbicara dengan mereka semua. Haha..

Perfectsionist! Sebagian teman-teman lama ku bilang begitulah diriku. Ga bisa ngliat ada yang “aneh” dikit aja pasti langsung komplain (bagiku sih bukan komplain, tapi komentar. Catat ya k.o.m.e.n.t.a.r, ga masalah donk kalo kita banyak berkomentar ^^: hehe…) kata mereka. Yah, apa boleh buat, aku memang kurang suka yang setengah-setengah, maunya yang full cream (lho?) hehe.. maksudnya segala kegiatan pastilah kurencanakan terlebih dahulu, no plan = no action! Kecuali terpaksa alias dadakan ^^; perencanaanku pun jarang sekali tepat, banyak melesetnya. Apalagi kalo ga direncanakan, bisa kepeleset beneran nanti. Kesempurnaan adalah hal wajib, jangan melakukan sesuatu kalau ga yakin, itu saja.

Ngomong-ngomong belakangan ini senang sekali. Disela-sela kesibukan dengan kegiatan sekolah, masih ada setitik kebahagiaan yang bisa menghibur. Karena hobby lama yang sempat terkubur dalam-dalam di perut bumi pertiwi, kini bisa menyeruak dan mekar kembali (lebay mode on)🙂. Baru aja nemu rental komik yang “cukup” lengkap, (horrraaaayyyy) hehe… walaupun komik & novelnya ratusan bahkan hampir ribuan, tapi karena ada 1 jenis komik yang tidak disewakan (hanya dijual, pelit banget, huh), maka ku kategorikan “cukup” saja, (coba kalo disewakan bakal dapet cap “recomended” dariku deh)🙂 maklumlah di kota kecil begini jarang orang mau buka rental buku karena minat baca masyarakat terutama anak-anak dan remajanya (apalagi orang tua, hehe) rendah, orang lebih milih online, facebookan, atau pun game online ketimbang membaca dan menulis.

Mungkin ada sobat yang merasa aneh ketika membaca bahwa aku masih membaca komik? Yup, mungkin bagi yang bukan pembaca komik kurang mengerti, tapi dengan membaca komik, wawasan jadi bertambah luas. Seiring denga tidak terbatasnya tema yang diangkat dalam komik (manga). Jadi sekaligus hiburan sekaligus juga menambah wawasan ^^; kebetulan kemarin ada banyak komik yang mau disewa karena emang udah lama ga update, tapi yah ga usah buru-buru, jadi pinjemnya dikit-dikit aja ^^:

Berikut review salah satu manga yang ku sewa kemarin dan masih ku ikuti seri-nya :

The Fugitive Lawyer Makoto Narita, bercerita tentang seorang pengacara yang terjerat kasus pembunuhan (bernama Narita makoto), dia terbangun dari pingsan dalam keadaan memegang kayu berlumuran darah dan di depannya ada sesosok mayat pengacara seniornya, tepat ketika itu polisi dan ambulans datang. Tidak ada saksi dan bukti yang dapat meringankannya, namun ada satu orang yang dia yakini sebagai saksi kunci kasus ini. Oleh karena itu dia kabur dari tahanan dan mencari saksi ini. Dalam perjalanannya sebagai buronan, Makoto berganti-ganti identitas dan tempat tinggal, dalam perjalanannya ini pula dia banyak membantu kasus-kasus orang pinggiran yang “buta hukum” yang kerap dijadikan sasaran penipuan oleh orang-orang yang “melek hukum”. Ada banyak jenis hukum yang di bahas di sini, mulai dari penipuan sales (kosmetik, elektronik dsb), penipuan berkedok MLM, hingga penipuan investasi dan property. Komik ini banyak menyadarkan saya pentingnya untuk mengetahui tentang aturan dan hukum yang berlaku agar tidak mudah ditipu dan dipermainkan orang. Pengetahuan akan hukum setempat suatu saat akan berguna. Jadi tidak ada salahnya sobat sedikit-sedikit mempelajarinya🙂 tidak perlu jadi ahli hukum tentu saja, tapi setidaknya, sobat tahu sedikit tentang resiko hukum dari aktivitas sobat sehari-hari🙂

Qoutes dari manga ini : “ Hukum ada untuk semua orang, tapi bukan berarti hukum memihak semua orang. Keadaan akan sangat sulit bagi mereka yang tidak tahu soal hukum. Sebaliknya, yang memahami dan menguasai soal hukum akan bisa memanfaatkan hukum untuk keuntungannya sendiri.” (vol. 6)

Yup laptop saya sudah menunjukkan pukul 23.11. besok agendanya adalah melatih LKBB, melatih gerak jalan dan semoga saja sempat untuk memberikan support kepada tim bal volley putri sekolah kami yang akan bertanding besok sore. Chaiyooo putri-putriku.. ganbatte ne🙂

Sekian untuk hari ini, lain kesempatan akan saya share lagi.

About kaiser777

seseorang yang terus berusaha mencari tahu akan segala hal dan senang berbagi

One response »

  1. […] Komik(manga) bukan bacaan untuk anak-anak doang, bahkan sampe kakek2pun masih ada yang baca komik. Seperti yang saya share di sini. […]

Setitik komentar, saran, masukan atau bahkan kritik Anda akan sangat mempengaruhi kelangsungan blog ini. Komentar Anda akan langsung muncul tanpa persetujuan saya terlebih dahulu demi kenyamanan Anda. Terima kasih sudah berkenan memberi komentar :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s